Langsung ke konten utama

RAN SI EDITOR

Teman satu kampus? Iya. Teman satu jurusan? Tidak. Teman satu organisasi? He eh. Satu angkatan juga? Iya. Kalo gitu dia teman satu perjuangan juga la ya? Hm, kalo ini egak kita bukan teman satu perjuangan karena kita tinggal di jalan pimpinan bukan perjuangan. Hahaha.

Okelah kita akan membuat catatan kecil untuknya. Tapi aku pengennya ini ditulis agak sedikit bernarasi. Sekalian coba-coba menerapkan ilmu yang aku dapat sewaktu pelatihan kemarin di ranah minang. Ceila, bahasanya. Kita mulai aja ya.

Check this out.!

Hari ini tampilannya beda dari biasa. Dengan balutan busana ungu dia terlihat lebih feminim. Siapa dia? Eng ing eng,  dia adalah salah satu editor di Lembaga Pers Mahasiswa Dinamika Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (LPM Dinamika IAIN SU). Namanya Nurul Hilmah. Sering disapa Hilmah. Gadis kelahiran tahun 1992 ini meniti karir di Dinamika sejak dia masih duduk di semester 2.

Siang itu, matanya fokus melihat laptop saat dia mengedit naskah dari salah satu kru. Dengan wajah yang serius dia memainkan jari jemarinya di atas keyboard. Menjadi seorang editor di Dinamika sudah dia lakoni kurang lebih 1,5 tahun. Awalnya dia adalah salah satu kontributor untuk Fakultas Dakwah. Dimutasi ke editor tidak membuatnya untuk malas meliput ke lapangan. “Aku pernah berlari dari kelas mengejar seorang DAI muda jebolan ANTV, Azhari untuk wawancara.” Tuturnya dengan senyum sumringah.

Tahun ini dia berada pada semester 7 dan masih merupakan mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI). Kemampuan berbahasa Inggrisnya sudah tak diragukan lagi. Pernah mengikuti lomba speech dan masuk dalam nominasi 10 besar untuk melanjut ke tahap final. Menjadi tutor di Asrama Rusunawa IAIN SU saat dia masih semester 3. Selain itu juga pernah menjadi wakil sekretaris club EEC (Educatinal English Club).

Kemampuan dalam berbahasa dimanfaatkannya untuk hal kepenulisan. Maka tak salah dia diposisikan sebagai seorang editor. Aku sih pengen jadi koordinator editor, tapi ini harus dikomunikasikan dulu sama ayah.” Ucapnya. “Kita lihat nanti ajalah,” tambahnya.

Untuk urusan karya, di media cetak dinamika juga tercantum namanya. Apalagi media online atau web. Mungkin kalau semua naskah online dibuat nama editornya bisa jadi namanya tertera di ujung tulisan. Karena dia termasuk editor yang intens mengobrak-abrik huruf-huruf, kata demi kata, kalimat sampai paragraph di setiap tulisan. (ini agak sedikit hiperbola).

Gadis yang menyukai serial kartun Conan ini menamai flash disknya dengan RAN KUDO. Entah apa yang membuatnya menjadi tergila-gila dengan sosok Sinichi Kudo. Mungkin dulunya dia pengen jadi seorang detektif tapi gak kesampean. Peace!

Si editor ini sering menyapa orang-orang sebayanya dengan sebutan beh. Termasuk aku juga. Seolah-olah nama orang-orang sudah berganti. Tapi inilah salah satu ciri khas dari Ran sang editor ini.

“Isma, kangen kali aku sama mu la beh! Udah berapa jam ya kita gak ketemu. Ungkapnya agak sedikit berteriak kala itu. Lebay amat ya ni orang baru gak jumpa Raline beberapa jam aja udah kengen. Apalagi berhari-hari. Ya, aku dan dirinya memang agak alay gitu kalau udah jumpa. Haha.

Hm,, aku bingung mau buat apalagi. Semoga konkawan yang baca ini senang. Untuk Ran semoga dapat terus mengasah kemampuan-kemampuan yang dia punya demi kemajuan diri maupun dinamika, terkhusus redaksi.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANAK RUMAHAN

Siapa yang pernah disebut anak rumahan? Senang gak sih dipanggil anak rumahan? Aku sih pernah. Tapi gak ada perasaan apa-apa tuh. Gak senang dan gak sedih juga. Mungkin julukan itu cocok disandang oleh ku yang memang lebih suka menghabiskan akhir pekan di rumah aja. Coz I think, There’s no place like home. Entah siapa yang pertama kali mencetuskan “Phrase” itu. I don’t know. Tapi yang pasti aku setuju karena memang gak ada tempat selayaknya rumah kita sendiri. Suka menghabiskan all day long at home in weekend, bukan berarti putri bungsu ini tidak suka berdestinasi ya. aku juga suka jalan-jalan tapi di waktu yang tepat. Baik itu yang memang sudah direncanakan jauh sebelum liburan maupun yang dadakan. Kalau cuma libur pada satu tanggal yang merah yaitu Minggu, aku memilih rumah sebagai tempat “mengeksplore” kemampuan diriku. Gaya kali si isma ini bilang aja tidur seharian. Hahaha. Setelah 6 hari penuh dengan runtinitas harian yang bukan padat jadwal tapi emang sengaja dip...