Aku yang Kau tutupi aibnya,
Masih saja menjadikan maksiat sebagai mata pencaharian
yang menafkahi kebutuhan nafsuku
Aku yang Kau beri cinta
Masih saja asyik menaruh rasa pada makhlukmu yang fana
Masih menitip rindu pada ciptaanmu yang semu
Aku yang hanyut dalam derasnya syair-syair para pemuja
kekosongan
Melupakan ayat-ayat yang Kau turunkan lewat para utusan
Aku lupa, aku lalai pada nikmat-nikmat yang kau tumbuhkan
dari rahim tanahmu
Yang Kau keluarkan dari tujuh lapis langitmu
Yang Kau pancarkan dari segala ufuk
Ya Rabb, maafkan aku yang mendua
Jangan kau biarkan aku menua
Dalam sesat yang nyata.
Dari aku yang lemah, yang tak tahu arah.

Komentar
Posting Komentar