Langsung ke konten utama

Aku yang Mendua

Aku yang Kau tutupi aibnya,
Masih saja menjadikan maksiat sebagai mata pencaharian
yang menafkahi kebutuhan nafsuku

Aku yang Kau beri cinta
Masih saja asyik menaruh rasa pada makhlukmu yang fana
Masih menitip rindu pada ciptaanmu yang semu

Aku yang hanyut dalam derasnya syair-syair para pemuja kekosongan
Melupakan ayat-ayat yang Kau turunkan lewat para utusan

Aku lupa, aku lalai pada nikmat-nikmat yang kau tumbuhkan dari rahim tanahmu
Yang Kau keluarkan dari tujuh lapis langitmu
Yang Kau pancarkan dari segala ufuk 

Ya Rabb, maafkan aku yang mendua
Jangan kau biarkan aku menua
Dalam sesat yang nyata.


Dari aku yang lemah, yang tak tahu arah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANAK RUMAHAN

Siapa yang pernah disebut anak rumahan? Senang gak sih dipanggil anak rumahan? Aku sih pernah. Tapi gak ada perasaan apa-apa tuh. Gak senang dan gak sedih juga. Mungkin julukan itu cocok disandang oleh ku yang memang lebih suka menghabiskan akhir pekan di rumah aja. Coz I think, There’s no place like home. Entah siapa yang pertama kali mencetuskan “Phrase” itu. I don’t know. Tapi yang pasti aku setuju karena memang gak ada tempat selayaknya rumah kita sendiri. Suka menghabiskan all day long at home in weekend, bukan berarti putri bungsu ini tidak suka berdestinasi ya. aku juga suka jalan-jalan tapi di waktu yang tepat. Baik itu yang memang sudah direncanakan jauh sebelum liburan maupun yang dadakan. Kalau cuma libur pada satu tanggal yang merah yaitu Minggu, aku memilih rumah sebagai tempat “mengeksplore” kemampuan diriku. Gaya kali si isma ini bilang aja tidur seharian. Hahaha. Setelah 6 hari penuh dengan runtinitas harian yang bukan padat jadwal tapi emang sengaja dip...