Tidak terasa, kita sudah memasuki bulan Oktober tahun ini.
Dan tahun baru hijriah di depan mata. Usia semakin tua, jatah hidup di dunia
semakin berkurang. Hah, rasanya waktu cepat sekali berlalu ya.
Sore ini aku tiba-tiba teringat sama resolusi yang aku tempel
di dinding kamar. Resolusi yang aku buat di awal tahun 2015 M. Ya, beberapa
tahun terakhir aku menggunakan tahun masehi dalam membuat target-target yang
ingin aku capai dalam satu tahun. Maunya sih pakai tahun hijriah ya. Tapi
mengingat, menimbang lalu akhirnya aku putuskan memakai hitungan peredaran
matahari ini dikarenakan sehari-hari pun, di kegiatan kita sering menulis
tanggal dalam hitungan masehi.
Tulisan ini mau ngebahas tentang resolusi. Duhh,, saat aku
ngeliat kertas biru yang tertempel di dinding putih itu, ternyata masih banyak
yang belum aku capai. Apakah ini karena sifat manusiawi atau apa, entahlah. Atau
bisa jadi karena kebanyakan ya. he hehe. Yang pasti walaupun ada beberapa hal
yang belum tercapai, ini akan menjadi target di tahun berikutnya. Sebagai
manusia kita boleh berencana tapi ketentuan tetap hak vetonya Allah. Dalam
hidup ini kita harus punya rencana-rencana. Wong guru juga kalau mau ngajar
harus buat rencana kan ya? yang kita kenal dengan sebuat RPP. You know lah kalau
kamu seorang pendidik atau calon pendidik anak bangsa ini.
Ok guys, back to topic yang ingin aku haturkan. Ternyata
membuat resolusi di awal tahun itu banyak untungnya. Salah satunya, kita jadi
punya motivator bisu yang selalu mengingatkan kita tentang apa yang ingin kita
capai. Dalam membuat resolusi tak selamanya ia harus berbentuk materi saja tapi
juga non materi. Hal-hal yang materi misalnya mau punya sepeda motor baru ya
silahkan dicantumkan. Non materi misalnya hapal juz 30, punya buku hasil tulisan
sendiri dan sebagainya. Bisa juga yang berbentuk sosial, seperti punya taman
baca gratis. Tapi guys, ini semua butuh perjuangan dan pengorbanan. Ninja
hatori aja sampai mendaki gunung lewat lembah gitu kan? Masak kita harus
termenung, terdiam, dan membiarkan asap ini semakin mengepul? Kan enggak. Okay
lain kali kita bahas soal asap yang udah berhasil membuat sesak di dada dan kita
ekspor ke negara tetangga.
Kembali ke laptop. Dalam satu tahun kan ada beberapa bulan
tuh, jadi aku buat target pencapain resolusi perbulan atau di bulan yang ke
berapa “one resolution” itu ingin dicapai. Misalnya tadi hapal juz 30 aku buat
jangka waktu dari Januari ke April, terus bisa lanjut lagi dari Mei ke Agustus
nambah satu juz lagi. Trus juga, target buat kerja di perusahaan mana gitu
harus tercapai di bulan Maret misalnya. Punya sepeda motor baru di bulan ke
berapa, ya rencanain aja.
Tapi semua rencana-rencana itu harus kita berengi dengan
usaha dan doa. Kan kalau kita mau mimpi juga harus usaha dan baca doa. Usahanya
meremin mata gitu. Yee, analoginya kagak keren. Tapi ha sudahlah abaikan.
Usahanya tergantung resolusinya. Kalau yang non materi ya
luruskan niat karena mau mencari Ridho sang Khaliq dan banyak-banyak meminta
pada-Nya serta pertajam dengan sunnah-sunnahnya. Kalo yang membutuhkan materi
pakai rumus non materi di tambah cari rezeki yang halal dan barokah serta
menabung. Paham kan ya? intinya doa itu kekuatan lah.
Loh kok jadi kayak tips gitu ya ini tulisan. Tapi tak apalah
sembari mengingatkan diri sendiri, semoga tulisan ini juga bermanfaat bagi yang
lain. Bukankah “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk yang lain”?
gitu kan ya. Kalau ada salah-salah kata mohon dimaafkan. Ada satu yang aku masih
belum bilang, kalo nge blog ini juga salah satu resolusi yang sengaja di coret
di kertas biru tadi. Semoga masih ingat kertas yang mana. He he.
Satnite, 10 Oktober
2015
Komentar
Posting Komentar