Sembari menunggu suami pulang. Aku coba buka blog. Ternyata sudah lama sekali gak nulis di sini. Baiklah, aku akan bercerita tentang sesuatu. Aku menulis ini dalam keadaan belum tidur siang. Rasanya lelah memang. Walau hari ini murid-murid di tempat aku mengajar, pulang jam 11 karena dalam masa ujian, namun tidak denganku. Sampai jam setengah 5 sore aku masih belum di rumah. Ini memang pilihanku. Di luar jam mengajar sekolah, aku juga mengajar di mana-mana. Mengajar les muridku di luar jam sekolah, mengajar iqro dan qur’an (semoga ini tidak mengandung unsur riya). Dengan kesibukan ini aku berharap aku selalu diberi kesehatan dan kekuatan oleh Allah. diberi semangat oleh suami? Oh itu sudah pasti. Cie cie. Kadang aku juga merasa zalim pada tubuhku. Apakah hak tubuh ini sudah aku penuhi atau belum. Bayangkan saja (eh, gak pala dibayangin pun gak apa-apa) hampir setiap hari aku dan suami tiba di rumah lewat dari jam 5 sore. Sampai di rumah aku harus melakukan pekerjaan rumah se...
Actually, I have no ideas to tell about her. But, karena aku udah janji akan mendeskripsikan tentang dirinya maka aku akan penuhi itu. Sebut saja namanya Lulu (Bukan nama sebenarnya). Itu hanya nama panggilan. Nama sebenarnya adalah Haqqy luthfita. Kenapa dipanggil Lulu? Tanyakan saja pada orangnya langsung. Agak nyambung dikit sih sebenarnya dari nama lengkapnya. Tapi kenapa harus lulu? Kenapa gak qyqy? atau haha aja. (Hahahaha sumpah garing). Ok lanjut, Muslimah berparas mungil ini memiliki karakter yang unik. Hijabnya yang lebar dan besar mengalahkan mahasiswi yang bergelut di organisasi dakwah kampus. Padahal aslinya ia adalah jurnalis kampus. Jabatan terakhirnya sebelum alumni adalah Pemimpin Redaksi. Dan kala itu aku adalah Redaktur Pelaksananya. “Isma, cemana kabar dinamit?” tanyanya padaku. “Aman kak.” Jawabku singkat. “Jangan aman-aman aja isma, dikerjakan!” sahutnya. “Ya kak lagi proses”. Kataku (Proses dipikirin) (Aduh, pemredku maafkan redpelmu ini...